Langsung ke konten utama

Postingan

Kembali

Memutuskan kembali untuk traveling, kali ini cukup lama, tiga minggu itu bukan perkara yang ringan buatku. Beli tiket lalu berangkat. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan saat itu, tapi diantara banyak hal yang musti ditimbang itu, lebih banyak hal yang pada akhirnya membuatku memutuskan untuk tetap pergi dan memilih break dari pekerjaan. Hubungan ku berakhir dengan sangat ngaco dan melelahkan, karir juga berasa stuck banget. Sepertinya semua nampak gak pernah berjalan sesuai harapan. Aku keberatan ini disebut pelarian, aku di kondisi yang sudah gak bisa berkompromi lagi dengan semua hal itu, aku cukup lelah dan aku ingin pergi so I buy a ticket. I need those adrenaline, feeling lost. Hanya dengan ransel 30 liter dan daypack kecil untuk kamera karena aku ingin kali ini seringkas mungkin, aku pergi selama tiga minggu. Take a break. Kami memulai perjalanan dari Phonm Penh, penerbangan pagi dari Kuala Lumpur. kami bertemu Hier hari itu, supir tuk tuk yang mengantar kami me...

Teman Bicara

Aku resah beberapa tahun belakangan gegara gadget, smartphone, bahkan social media. Ada yang salah dengan komunikasi manusia sekarang. Sebenarnya aku maklum, aku pun pengguna aktif tiga hal itu. Tetapi di sisi lain aku penikmat obrolan santai di manapun yang melibatkan tatapan mata, suara, bahasa tubuh lainnya, tak hanya bentuk teks semata. Bahkan saking males nya ngobrol lewat smartphone dan rindunya jadi manusia normal tanpa gadget, aku terkadang suka sekali menempuh beberapa jam perjalanan hanya untuk bertemu teman dan ngobrol. Ya tentu saja, kalau dipikir itu menyedihkan.  Kenapa lama kelamaan hal berbau “gadget” membuatku tak nyaman lagi?come on, kita makhluk sosial kan ya?yang membutuhkan benar-benar komunikasi verbal dan berbagi rasa satu sama lain kan?aku resah ketika ngobrol santai yang harusnya sangat menyenangkan menjadi terasa kosong saat semua emosi yang ada hanya berbentuk teks . Sungguh, mendengar lawan bicara kita tertawa lebar itu jelas lebih membahagi...

Terjebak Ogoh-ogoh

Hari itu Ubud sangat ramai, warga tengah sibuk-sibuknya mempersiapkan berbagai acara menjelang hari raya Nyepi. Kesibukan terlihat di berbagai sudut banjar, salah satu nya membuat Ogoh-Ogoh untuk ditampilkan pada malam sebelum Nyepi. Kupacu sepeda motor menuju desa Peliatan, di tempat itu ada banyak Ogoh-Ogoh dipamerkan sebelum diarak malam harinya. Dan benar saja, halaman Pura Peliatan sudah ramai dengan warga yang menonton. Ogoh-ogoh dengan ukuran sedang sampai besar diletakkan berjejer di depan pura. Warga dengan leluasa dapat melihat nya, bahkan mereka sibuk berfoto dari satu ogoh-ogoh ke ogoh-ogoh yang lain. Dari anak-anak kecil sampai orang dewasa berkumpul di satu tempat untuk acara yang berlangsung satu tahun sekali ini. Dentuman musik menyemarakkan suasana di halaman Pura Peliatan. Aku berjalan diantara kerumunan warga yang tengah sibuk menonton dan berfoto. Disampingku berdiri seorang ibu yang dengan ramah memberi informasi kepadaku bahwa nanti pada jam 6 s...